Istilah ROM seringkali digunakan untuk menyebutkan kapasitas penyimpanan dari sebuah Perangkat. Sejauh yang saya tahu, istilah ROM paling sering digunakan untuk menyebut penyimpanan internal sebuah Smartphone. Sebenarnya, ini adalah salah kaprah yang sudah mengakar dikalangan Sales yang menjalar ke masyarakat umum.
Karena saya frustasi soal salah kaprah masyarakat dalam menyebut Penyimpanan Internal sebagai ROM, disini saya coba sedikit menjelaskan Apa itu ROM? Apa fungsinya? sekaligus mengenalkan istilah yang lebih tepat untuk menyebutkan kapasitas Penyimpanan Internal dari perangkat elektronik.
Langsung saja, mari kita awali dengan membahas chip memori yang ditanam sebagai penyimpanan internal yang sering salah kaprah disebut sebagai ROM.
A. Mengenal Internal Storage

Apa yang biasa disebut sebagai ROM oleh Mas-Mas dan Mbak-Mbak Sales di Toko HP itu sebenarnya adalah Memori Internal (Internal Storage). Sebuah chip NAND Flash yang ditanam secara permanen bersama kontrolernya di motherboard sebagai media penyimpanan utama. Sistem Operasi, Aplikasi dan semua data pribadi kalian tersimpan disini.
Memori Internal ini memiliki kapasitas yang beragam, untuk zaman sekarang, biasanya dimulai dari 64GB, hingga 1TB tergantung kelas dari smartphone-nya. Selain itu, ada perbedaan di jenis kontrolernya juga. Perbedaan ini akan sangat berpengaruh ke kecepatan loading dan kecepatan transfer data.
Secara umum, ada 3 tipe kontroler yang sering kita jumpai di Smartphone, yaitu eMMC, UFS dan NVMe. Masing-masing menggunakan standar jalur data yang berbeda. Secara singkat, berikut perbedaannya :
- Embedded Multi-Media Card (eMMC), kontroler entry-level yang menggunakan analogi jalur Half-Duplex. Proses baca dan tulis datanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan. Kecepatannya setara dengan SD Card, cocok untuk penggunaan ringan seperti chatting, telepon dan browsing ringan.
- Universal Flash Storage (UFS), kontroler kelas mid-range hingga flagship dengan analogi jalur Full-Duplex. Bisa memproses baca tulis secara bersamaan. Kontroler ini sangat responsif, dengan kecepatan yang bersaing ketat dengan SSD NVMe. Semakin tinggi versi UFS-nya, semakin tinggi pula performanya.
- Non-Volatile Memory Express (NVMe), kontroler ekslusif dari SSD PC yang diadaptasi secara ekslusif oleh iPhone. Menggunakan analogi multi-jalur berlatensi rendah. Kontroler ini memiliki kecepatan respon paling tinggi dengan kecepatan baca tulis yang cepat. Meski cepat, kontroler NVMe secara teknis lebih boros baterai karena blueprint-nya dirancang untuk standar PC.
B. Lalu, Apa itu ROM?

ROM merupakan singkatan dari Read-Only Memory. Ini adalah penamaan untuk chip penyimpanan permanen (non-volatile) yang terpasang di Motherboard. Chip ini hanya bisa di-flash (diisi dengan data) satu kali. Fungsinya sebagai media penyimpanan firmware atau BIOS (untuk Komputer). Ini sangat vital karena firmware berisi berbagai perintah dan pengaturan yang berguna untuk menjalankan berbagai fungsi Chip yang ada di Motherboard.
Tapi, itu adalah teknologi masa lalu. Di zaman sekarang, ROM sudah digantikan oleh Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory (EEPROM) dan SPI Flash. Ini adalah Chip Memory khusus yang isinya bisa kita perbarui berkali-kali. Chip ini bisa diperbarui melalui Firmware Update yang umumnya kita dapatkan lewat Software Update.
Saat smartphone kalian mendapatkan Update Android, kita pasti diwajibkan untuk melakukan Restart. Disini, sistem akan menjalankan Firmware Update untuk memperbarui firmware yang ada di chip SPI Flash agar smartphone kalian bisa menjalankan Android versi baru tersebut dengan optimal.
Firmware Update ini sangat penting dan Tidak Boleh Gagal! Karena Firmware Update adalah proses memperbarui set perintah untuk controller Modem, Layar Sentuh, DSP dan Baterai dari Smartphone kalian. Inilah alsan dibalik teks “Jangan matikan perangkat saat pembaruan sedang berlangsung” yang selalu muncul saat Firmware Update sedang berjalan.
Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami ketika smartphone kalian yang sebelumnya hanya bisa terkoneksi sinyal 3G. Tetapi, setelah mendapat Update Android, smartphonemu jadi bisa menangkap sinyal 4G. Ini adalah salah satu contoh dari Firmware Update yang bisa memperbarui set perintah dari chip Modem untuk membuka akses ke sinyal 4G.
C. Internal Storage vs ROM
Dari penjelasan soal Internal Storage dan ROM yang cukup panjang diatas, saya coba sederhanakan menjadi sebuah tabel. Saya harap, setelah membaca penjelasan diatas, tabel ini bisa menjadi pengingat yang ringkas soal perbedaan dari kedua chip penyimpanan tersebut.
| Internal Storage | ROM |
| Untuk menyimpan Sistem Operasi dan Data Pengguna (Dokumen, Foto, Video, Game, dsb) | Untuk menyimpan Settingan Hardware dan Firmware |
| Bisa diisi dan dihapus secara langsung oleh Pengguna | Hanya bisa diperbarui isinya lewat Metode Flash seperti Firmware Update |
| Memiliki Kapasitas Besar (8 GB, 16 GB, hingga 1 TB) | Memiliki Kapasitas Kecil (256 Byte hingga 32 MB) |
| Internal Storage dapat berbentuk Chip eMMC, UFS ataupun NVMe | ROM dapat berbentuk Chip EEPROM atau SPI Flash |
Kesimpulan
Jadi, salah kaprah soal penyebutan Internal Storage sebagai ROM ini sudah mengarah ke pemahaman yang jauh berbeda. Awalnya, istilah ROM digunakan oleh Pabrikan sebagai Istilah Marketing untuk membedakan kapasitas Internal Storage dengan kapasitas RAM. Tapi, hal ini malah membuat kesalahpahaman teknis untuk orang awam.
Karena, ROM adalah Memory yang isinya tidak bisa ditulis ulang oleh pengguna. Sedangkan Internal Storage, baik itu eMMC, UFS ataupun NVMe dapat kita tulis ulang isinya berjuta kali tanpa peru metode khusus.

Saya pribadi paham betul kalau artikel ini tidak mungkin bisa meluruskan latahnya orang awam dalam menyebut Internal Storage dengan istilah ROM. Tapi setidaknya, artikel ini bisa menjadi bacaan yang menambah wawasan bagi mereka yang cukup kepo mengenai asal usul kesalah kaprahan ini kok bisa terjadi.
Dan yang paling penting, artikel ini sudah menjadi media saya melepaskan uneg-uneg soal penggunaan istilah yang salah ini. Karena kebetulan, saya memang tech enthusiast yang belajar soal Pemrograman dan Informatika.

