Format File System Terbaik untuk Flash Drive / USB Drive Milikmu

Setiap sistem operasi memiliki Format File System masing-masing. Windows menggunakan NTFS (NT File System). Linux menggunakan EXT2, EXT3, dan EXT4. Sedangan MacOS saat ini menggunakan format APFS. Hal ini akan merepotkan bila kita adalah pengguna yang menggunakan device dengan sistem operasi yang beda-beda.

Hal ini sedang saya alami saat ini. Saat ini, saya menggunakan PC Windows, Ponsel Android dan satu buah Laptop ChromeOS (Linux). Karena saya memisahkan fungsi dari masing-masing device,maka saya perlu memindah file secara rutin agar tidak bingung mencari file. Ini akan sangat merepotkan ketika ingin memindah file ke Flash Drive atau External Hard Disk karena limitasi dukungan format media penyimpanan di setiap OS.

Baca Juga : Cara Mudah Membersihkan Cache Windows 11 Beserta Panduan Agar Jalan Otomatis

Untungnya, saya menemukan sebuah solusi yang akan mempermudah hal ini. Namun, sebelum masuk ke solusi, sebaiknya kita mengenal berbagai format file system dari setiap sistem operasi. Agar kita mengerti asal-usul kenapa ada banyak jenis format file system. Berikut berbagai jenis format file dari Windows, MacOS dan Linux :

a. Berbagai Jenis Format File System

  • File Allocation Table 32 (FAT32), file system standar untuk Windows sebelum akhirnya tergantikan oleh NTFS.
  • New Technology File System (NTFS), file system standar untuk Windows modern.
  • Extensible File Allocation Table (exFAT), file system yang dibangun diatas FAT32 oleh Microsoft. File system ini lebih ringan dan tidak memiliki semua overhead dari format NTFS.
  • Hierarchical File System Plus (HFS+), file system standar untuk Macbook. Format ini secara resmi menggantikan Hierarchical File System pada Mac OS 8.1.
  • Apple File System (APFS), file system standar dari Apple sebagai pengganti HFS+. Berfokus pada perangkat Flash Drive, SSD dan enkripsi data. APFS igunakan secara default sejak iOS 10.3 dan macOS 10.13.
  • Extended File System (ext2, ext3, ext4), file system untuk kernel Linux oleh Theodore T’s dkk

Baca Juga : Mengembalikan Menu Klik Kanan Windows 11 ke Versi Klasik

Setelah kita mengenal berbagai jenis file system yang paling umum kita temui. Selanjutnya, mari kita pahami kompabilitas dari setiap format file system dengan berbagai Sistem Operasi. Berikut adalah tabel yang menunjukkan kompabilitas dari setiap file system dengan Windows (7,8,8.1), Windows (10/11), MacOS, Ubuntu dan Linux secara umum :

b. Kompabilitas Format File System di Berbagai OS

File SystemWindows XP/7/8/8.1Windows 10/11MacOSUbuntuLinux (Umum)
FAT32YaYaYaYaYa
NTFSYaYaYa (driver 3rd party)YaYa
exFATYaYaYaYaYa
HFS+TidakTidakYaYa (versi 20.04+)Ya (Kernel 5.4+)
APFSTidakTidakYaTidakTidak
ext2, ext3, ext4TidakYa (WSL2)TidakYaYa
Perbandingan kompabilitas Format File System dari setiap OS desktop. (Sumber data : HowToGeek)

Dari tabel kompabilitas diatas, kita mendapatkan 3 kandidat format file system yang dapat kita pakai untuk perangkat penyimpanan eksternal kita (flash drive, hdd external, dsb). Ketiga format tersebut adalah FAT32, NTFS dan exFAT. Lalu, mana yang paling bagus? Mari kita bahas satu-per-satu.

Baca Juga : Cooling Pad Itu Beneran Bisa Nurunin Suhu Laptop Nggak Sih?

c. FAT32

FAT32 adalah file system yang dikembangkan oleh Windows untuk sistem operasi MS-DOS sebagai solusi untuk mengatasi batasan dari FAT16. Menawarkan file system yang lebih besar dengan batasan individual file size dan volume size yang lebih besar. Namun, karena format ini dirancang untuk MS-DOS, maka kita akan merasakan berbagai batasan-batasannya seperti :

  • Tidak mendukung nama file yang terlalu panjang.
  • Tidak bisa copy file dengan ukuran diatas 4GB.

Limitasi tersebut akan merepotkan bila kalian sering berurusan dengan file yang besar seperti video mentah / loseless yang umumnya besar. Meski begitu, format FAT32 masih sangat layak digunakan bila kalian hanya butuh flash drive untuk akses dokumen di berbagai device.

Meski FAT32 memiliki batas ukuran hingga 8TB, batasan copy single file yang hanya mampu memproses file sampai 4GB saja membuat format ini tidak layak untuk HDD atau SSD Eksternal. Tentu ini dikarenakan fungsi storage eksternal yang umumnya digunakan untuk menyimpan file-file penting berukuran besar. untuk HDD atau SSD Eksternal, saya sarankan kalian bisa pakai format lainnya, antara NTFS atau exFAT saja.

d. NTFS

NTFS adalah file system default untuk Windows. Dan, karena Windows adalah sistem operasi paling popular, maka sistem operasi lain akan mendukung file system ini meski tidak secara native. Contohnya seperti MacOS yang memerlukan driver pihak ketiga untuk bisa mengakses Flash Drive atau HDD Eskternal berformat NTFS.

Meski ada cara untuk bisa mengakses NTFS di OS lain seperti Mac, bertumpu ke layanan pihak ketiga tidak sepenuhnya nyaman karena adanya isu kompabilitas. Akan ada kemungkinan jika layanan pihak ketiga tersebut hanya bisa jalan di Macbook tipe tertentu atau MacOS versi tertentu. Selain itu, dukungan atau update dari 3rd party juga bisa menjadi kendala. Saat kita sudah pakai MacOS versi terbaru, kita perlu menunggu update dari driver NTFS yang kita gunakan agar dapat sepenuhnya kompatible dengan sistem milik kita.

e. exFAT

exFAT adalah file system yang dibuat oleh Microsoft sebagai solusi yang lebih saat kalian merasa NTFS tidak dapat menjadi solusi (karena overhead struktur data-nya) dan kalian membutuhkan batas ukuran file lebih dari 4GB. format dari exFAT ini diadopsi oleh SD Association sebagai file system default untuk produk SDXC dengan kapasitas diatas 32GB.

Oleh karena itu, exFAT dapat menjadi solusi yang tepat bila kalian membutuhkan file system dengan batas ukuran file yang besar dan didukung secara native oleh sistem operasi populer termasuk sistem operasi mobile.

Baca Juga : Microsoft PC Manager, Aplikasi Pembersih dan Perlindungan PC dari Microsoft

f. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan beberapa poin penting. Yang pertama, format file system FAT32 masih bisa menjadi solusi paling mudah dengan satu catatan penting. FAT32 memiliki dukungan native di banyak sistem operasi. Namun, FAT32 hanya cocok untuk kalian yang butuh portabilitas akses ke file berukuran kecil seperti dokumen dan audio. Flash drive menjadi device yang sangat cocok untuk FAT32. Dengan file system FAT32, kalian bisa mengakses semua dokumen pentingmu lewat berbagai perangkat. Tinggal plug n play.

NTFS adalah file system yang dirancang untuk sistem operasi terpopular di dunia, Windows. Meski begitu, tidak semua sistem operasi lain mendukung NTFS secara native. Oleh karena itu, saya tidak bisa menyarankan pengguna umum memakai file system ini di penyimpanan eksternal mereka. Apalagi untuk pengguna umum yang tidak pernah otak atik perangkat miliknya. Pengen yang lebih simpel? pakai file system FAT32 atau exFAT saja!

exFAT menjadi file system terbaik untuk kalian gunakan di flash drive, HDD dan SSD eksternal kalian. Baik MacOS, Linux hingga iOS dan Android mendukung file sistem ini secara native tanpa perlu otak atik pengaturan maupun install aplikasi tambahan. Tinggal colok dan otomatis akan terbaca oleh sistem.

Baca Juga : Mempercepat Baca Tulis Hard Disk dengan Disk Defragment di Komputer Windows

Kalau kalian butuh penyimpanan eksternal yang bisa dibaca dan ditulis oleh berbagai sistem operasi, file system exFAT solusinya. Bagaimana cara mem-format flash drive, HDD eksternal atau SSD eksternal menjadi exFAT? akan saya jelaskan panduannya di artikel berikutnya ya!

Dukung blog ini dengan mengirim traktiran via trakteer.id/RenoArifigar


2 tanggapan atas “Format File System Terbaik untuk Flash Drive / USB Drive Milikmu”

  1. muslim .a Avatar
    muslim .a

    salam kenal ulasan nya ok banget menambah pengetahuan saya , thanks a lot ya .

    Suka

    1. Reno Avatar

      Sama-sama kak Muslim, salam kenal juga. Terima kasih sudah mampir.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Reno Batalkan balasan